Pawai Ta’aruf merupakan rangkaian pembuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX Tingkat Kecamatan Mestong Tahun 2026 yang diselenggarakan di Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pelaksanaan MTQ sekaligus sebagai media syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkokoh persatuan dan kebersamaan masyarakat antar desa di Kecamatan Mestong. Persiapan pelaksanaan MTQ ke-XXX di Desa Ibru telah dilakukan melalui rapat koordinasi bersama unsur pemerintah desa, panitia, dan pemangku kepentingan terkait.
Pawai Ta’aruf diikuti oleh seluruh kafilah dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Mestong, yang terdiri atas peserta MTQ, pemerintah desa, lembaga adat, TP-PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat. Setiap rombongan menampilkan kekhasan daerah masing-masing melalui busana adat Melayu, atribut islami, grup rebana, drumband, kendaraan hias bernuansa Al-Qur’an, dan berbagai kreativitas lainnya yang mencerminkan semangat religius serta kecintaan terhadap budaya Melayu.
Sepanjang rute pawai, masyarakat Desa Ibru dan sekitarnya memenuhi sisi jalan untuk menyaksikan kemeriahan iring-iringan peserta. Suasana berlangsung semarak dengan lantunan shalawat, takbir, serta yel-yel penyemangat dari masing-masing kafilah yang menambah semangat dan kekhidmatan acara. Pawai Ta’aruf menjadi momentum untuk memperkenalkan para peserta MTQ kepada masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat kebersamaan, sportivitas, dan persaudaraan antar kafilah, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Pawai Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wahana dakwah yang memperkuat nilai-nilai keislaman, budaya Melayu, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat Kecamatan Mestong. Tradisi Pawai Ta’aruf memang lazim menjadi pembuka MTQ dan menjadi sarana syiar Islam, penyambutan kafilah, serta penguatan persatuan masyarakat.

